--- Musical Mind ---
"Sepenuh hati mencintai dan menjalani profesi sebagai musisi sejati
ternyata hati para musisi hanya dipenuhi do re mi fa sol la si
jadi selama ini tempat buat keluarga, sodara, kerabat, sahabat
serta jodoh dunia akhirat di tarok dimana ???? Di Ginjal ...!!!
keberadaan mereka di hati kalaian dipertanyakan ... ???
diakui atau malah tak terakreditasai ... !!!
Tampaknya, beneran harus melakukan pencakokan hati tambahan"
Meta bilang itu ke temen-temen, karena belakangan mereka selalu bermasalah dengan orang tuanya, dengan niat baik sebagai teman yang tugasnya mengingatkan, meta berhasil membuat diri meta di cuekin selama 3 hari 2 malam .... hiks hiks :'( padahalkan meta cuma maen-maen bilang itu .....
Dan mengenai sinergitas akademis dan non akademis dalam bermusik yang selalu menyudutkan banyak orang ... (sudahlah teman, yang penting SEMANGAT)
Pembelaan meta terhadap kalian ...
Sekolah Musik ???
Apa bisa menjadi tolak ukur kemampuan seseorang dalam bermusik
sebenarnya kembali lagi ke manusiannya (orang yang paling tau akan dirinya)
dan juga tergantung pada kemampuan dan minat mereka dalam bermusik
Walaupun terfasilitasi dengan dimasukkan ke sekolah musik tapi minat sebenarnya bukan disana, bukankah itu percuma
terfasilitasi tapi kemampuan nggak ada, itu juga sia-sia
Minat dan kemampuan merupakan 2 aspek penting yang saling mendukung akan kemajuan seseorang dalam bermusik
Saat guru meta bilang "bisa main piano sudah pasti bisa main keyboard meta, tapi bisa main keyboard belum tentu bisa maen piano"
Meta orangnya keras kepala (tapi baik hati, cinta damai, suka makan (apalagi yang gratisan eheheh), suka menabung, berbakti pada orang tua, hapal pancasila dan al - fatihah) mana mau ngudeng sama hal yang seperti itu, hal yang memang masuk akal menjadi tidak relevan sebelum di buktikan, tapi mo gimana ... yang namanya guru itu memang selalu lebih pinter sedikit dari muridnya. Teori "Sudah Pasti, Belum Tentu" itu ternyata benar adanya, terbukti sekarang meta hanya bisa maen piano dengan gaya Mozart kesurupan ... !@#$%^&^%$% eheehe :D *Senyum Najong*
Contoh kongkret minat ada kemampuannya yang ndak punya ....
Nahh ... kalo naggepin omongan seseorang (mbok jamu langganan ibu) tentang rumusan dalam bermusik
Bagi meta, tak harus pinter matematika untuk bisa menyelesaikan satu rumusan musik, hanya perlu miliki kepekaan mengenali tinggi rendahnya nada, serta merangkaiannya kembali menjadi sebuah komposisi musik yang sempurna ...
jika sudah tercipta maka bernyanyilah ....
Tidakkah pemikiran meta ini cukup bisa diterima secara logika ...
